Kelulusan SNMPTN

Sebanyak 92.511 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2009 dinyatakan lolos. Mereka terdiri atas 44.504 peserta pada kelompok ilmu pengetahuan alam (IPA) dan 48.007 peserta pada kelompok ilmu pengetahuan sosial (IPS). Sementara itu, nilai rata-rata tertinggi calon mahasiswa yang diterima pada kelompok IPA adalah ITB 92,54, sedangkan pada kelompok IPS adalah UGM 88,42.

Ketua Umum Panitia Pusat SNMPTN Haris Supratno mengatakan, peminat SNMPTN tahun 2009 naik cukup signifikan, yaitu 9,04 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun ini jumlah peminat sebanyak 422.534 orang, yang mengembalikan formulir 412.248 orang, dan yang mengikuti ujian 359.751 orang.

“Daya tampung SNMPTN tahun 2009 sebanyak 100.235 orang. Calon mahasiswa yang diterima 92.511 orang, sedangkan daya tampung yang tidak terpenuhi 7.724 orang,” kata Haris kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (30/7).

Ketika memberikan keterangan, Haris didampingi Koordinator Pengolah Data dan Proses Penilaian SNMPTN Priyo Suprobo. Daya tampung yang terpenuhi ada di 15 PTN dan tidak terpenuhi di 42 PTN dari total perguruan tinggi peserta SNMPTN sebanyak 57 PTN.

Haris mengungkapkan, nilai rata-rata tertinggi calon mahasiswa yang diterima untuk kelompok IPA berturut-turut adalah ITB 92,54, UGM 88,88, Universitas Indonesia (UI) 87,11, Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya 83,55, dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya 83,36.

“Sedangkan pada kelompok IPS adalah UGM 88,42, UI 85,97, Unair 83,89, UNS 79,89, dan Universitas Brawijaya (UB) 78,35,” katanya.

Perjokian

Haris yang juga Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini menuturkan, nilai rata-rata peminat tertinggi atau terbaik kelompok IPA berturut-turut ITB, UI, UGM, UNS, dan Undip. Pada kelompok IPS adalah UI, UGM, Unair, UB, dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Dikatakannya, Panitia SNMPTN menemukan tindak kecurangan terbanyak di lima kota berdasarkan urutan tertinggi, yaitu Makassar, Riau, Padang, Jambi, dan Jakarta. Sebanyak 3.713 peserta di antaranya dinilai telah melakukan kecurangan, mulai dari kategori ringan hingga berat.

Sementara itu, Priyo Suprobo yang juga Rektor ITS mengatakan, kecurangan terberat adalah perjokian yang langsung ditemukan panitia. Bentuk kecurangan lainnya, menurut dia, ditemukan dalam proses validasi lembar jawaban, yakni ditemukan foto dan data identitas diri yang sama persis di beberapa lokasi ujian.

Selain itu, dalam proses validasi ditemukan pola jawaban yang seratus persen sama, baik jawaban yang salah maupun benar dari peserta ujian, sehingga panitia melihat itu sebagai kecurangan dalam bentuk perjokian jawaban soal.

Kecurangan kategori 4, 5, dan 6, modusnya peserta memberikan jawaban yang persis sama pada beberapa kelompok pertanyaan. “Kami melakukan pengamatan dan penilaian dengan suatu sistem yang memungkinkan melakukan deteksi apabila terjadi kecurangan secara sistematis, sehingga lembar jawaban tersebut kemudian kita pisahkan untuk dilakukan pengkajian,” tuturnya.

Sanksi diberikan baik kepada joki dan peserta yang terbukti mengalami kecurangan sesuai dengan berat dan ringannya kesalahan yang dibuat.

Dijelaskan, SNMPTN merupakan salah satu sistem seleksi masuk perguruan tinggi negeri secara terpadu yang diselenggarakan secara nasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: