Persaingan SNMPTN 2009 Sangat Ketat

Peserta ujian seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang berlangsung Rabu (1/7) dan Kamis (2/7) meningkat dibanding tahun lalu. Tercatat ada 422.418 pendaftar SNM PTN tahun ini, naik signifikan sekitar 42 ribu dibanding dengan tahun sebelumnya sekitar 380 ribu. Melihat perkembangan tersebut, Ketua Umum SNM PTN Haris Supratno berkata. ”Persaingan dalam memperebutkan sekitar 80 ribu kursi masuk PTN semakin ketat.”

Haris menyebutkan, kenaikan jumlah pendaftar terjadi di berbagai PTN. Antara lain, Universitas Negeri Medan (Unimed) dengan 20.917 pendaftar, Universitas Sumatera Utara (USU) 19.543, Universitas Sebelas Maret (UNS) 17.268, Universitas Hasanuddin (Unhas) 16.185, Universitas Negeri Makassar (UNM) 14.379, dan Universitas Negeri Padang (UNP) 31.729.

Selain itu, jumlah pendaftar di beberapa kota besar juga melonjak. Jakarta dengan 28.560 pendaftar, Palembang 13.836, Bandung 25.123, Semarang 14.897, Yogyakarta 15.381, Surabaya 29.120, Malang 20.447, dan Mataram 10.001. Tak urung, permintaan formulir pendaftaran dari berbagai daerah terus berdatangan. ”Kami tidak menduga. Padahal, kami hanya melebihkan 10 persen dari jumlah formulir yang tersedia,” cetusnya. Meski terjadi kekurangan formulir di beberapa daerah, menurut dia, panitia berhasil mengatasinya.

Berdasar analisis panitia, kata Haris, ada beberapa penyebab peningkatan jumlah pendaftar. Di antaranya, dibukanya program studi (prodi) baru dan meningkatnya kesadaran masyarakat terkait dengan pentingnya pendidikan tinggi. Selain itu, ada perubahan kemampuan masyarakat akan kebutuhan pendidikan tinggi. ”Artinya, mereka sadar bahwa mendaftar tidak sekadar mampu membeli formulir, melainkan menyekolahkan anaknya,” jelasnya.

Haris menambahkan, ada beberapa aturan baru dalam ujian SNM PTN tahun ini. Salah satunya terkait dengan scoring nilai. Tahun ini, lanjut dia, berlaku aturan penambahan empat poin untuk jawaban benar dan pengurangan satu poin untuk jawaban salah. ”Karena itu, jika ragu dengan soal yang dihadapi, peserta disarankan tidak menjawab. Dengan begitu, nilainya nol,” tegasnya.

Rincian pembobotan nilai ujian SNM PTN, 30 persen tes potensi akademik dan 70 persen tes studi prediktif. Jika dirinci lagi, program studi uji keterampilan berbobot 18 persen, tes prediktif 42 persen, dan uji keterampilan 40 persen.

Materi tes prediktif, kata Haris, terkait dengan jurusan yang dipilih (IPA, IPS, atau IPC), namun jenis pertanyaannya lebih kompleks. Bukan hanya pengetahuan, tapi lebih mengutamakan kemampuan analisis. Misalnya, kemampuan peserta memecahkan permasalahan yang dipertanyakan. ”Tes itu ditujukan untuk mengetahui kemampuan calon mahasiswa menyelesaikan program studinya. Apakah sesuai waktu normal, bisa lebih cepat, atau justru diprediksi molor,” ungkapnya.

Haris yang juga Rektor Universitas Negeri Surabaya itu menyatakan, SNM PTN merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh PTN dalam satu sistem yang terpadu dengan menggunakan soal yang sama atau setara dan diselenggarakan secara serentak. ”SNM PTN yang digelar Ditjen Depdiknas ini diikuti 57 PTN,” tegasnya.

Sumber : Website SNMPTN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: